Wednesday, May 12, 2010

Peduli

Senin-Selasa kemaren gue dikasih nonton National Geographic berhubungan dengan pencemaran lingkungan gitu. Film itu ngebahas tentang isu-isu global warming, forest fire, makhluk laut dst dst. Waktu liat film yang tentang makhluk laut, gue kasian banget sama ikan hiu. Jadi, banyak ikan hiu ditangkepin di laut, dipotongin semua siripnya, terus dibalikin lagi ke laut. Dan siripnya dijadiin .... shark fin soup? Bayangin, dia udah gak bisa berenang, badannya udah berdarah-darah, udah gak punya sirip sama sekali, dan dilempar gitu aja balik ke laut! Sirip ikan gak akan bisa numbuh lagi kan? Ribuan ato bahkan jutaan dari mereka dibunuhin cuma buat dijadiin bisnis makanan.

Ada juga cerita tentang polar bear yang makin kurus dan susah nyari makanan karena es-es di kutub udah mulai mencair, jadi dia susah untuk nangkep anjing laut sebagai makanannya karena gak ada lagi tempat buat si polar bear nungguin anjing laut lewat, semuanya udah jadi air. Bagian-bagian yang masih berupa es tinggal dikit banget. Karena apa? Gara-gara lubang di lapisan zon besarnya udah sampe segede Amerika dan Rusia. Gak ada lagi yang bisa menghalangi matahari masuk seluruhnya ke bumi. Hutan-hutan dibakar. Hutan-hutan ditebangin. Illegal logging, terus kayu-kayunya dijualin buat dirinya sendiri atau hutannya dijadiin kawasan industri ato perumahan.

Orang-orang ngomel, katanya dunia panas lah, udah kaya mau meleleh lah. Tapi itu semua gara-gara siapa? Penyebab utamanya siapa? Manusia kan. Gue, elo, kita, mereka. Jutaan ato bahkan milyaran makhluk hidup mati karena manusia.
Lo ngomel panas, lo nyalahin dunia internasional yang gak becus nanganin isu ini. Tapi lo sendiri udah ngapain? Disuruh ikutan earth hour yang cuma satu jem matiin listrik aja gak mau kan? Disuruh buang sampah kertas di tempat sampah kertas bukan di tempat plastik, lo gak mau kan? Untuk bumi lo, tempat tinggal lo aja lo gak mau ngelakuin hal sekecil itu. Kita gak pantes ngeluh tentang pemanasan global karena karena kita sendirilah pemanasan global itu ada. Yang sekarang bisa kita lakukan adalah mencegah pemanasan global mulai dari hal-hal sederhana. Misal: jangan nyalain AC 24 jam, kalo mau tidur aja nyalainnya. Ato jangan ke tempat-tempat yang cuma 5 menit jalan kaki aja lo harus naik mobil. Jangan tiap hari online komputer terus-terusan. Kalo gak ada orang di rumah ya listriknya dimatiin aja.
Simpel kan?

Ada quotes yang gue suka : "Satu orang butuh 10 pohon untuk memenuhi oksigen dalam hidupnya. Karena itu ayo tanem 10 pohon buat diri kalian masing-masing. Jangan ngambil jatah pohon orang lain untuk diri kalian."

Dan ada juga : "Saat pohon terakhir sudah ditebang, saat sungai terakhir sudah tercemar, saat ikan terakhir sudah ditangkap, pada saat itu kita baru sadar uang tak bisa dimakan."

Wednesday, May 5, 2010

What's Yours?

Sudah lama gak buka blog. Penyebabnya? Sekolah. Ya, sekolah. Erm, bukan sekolah sih sebenernya pelajaran lebih banyak menyita waktu saya. Kalo ditanya saya suka sekolah apa enggak, jawabannya pasti saya suka banget sekolah, tanpa sekolah saya gak akan ketemu mereka-mereka yang begitu peduli sama saya. Tapi saya benci sekali sama apa yang wajib kita lakukan di sekolah. Saya membenci banyak sekali pelajaran plus beberapa guru yang mengajar. Saya capek. Saya jenuh. Saya bosan. Tiap hari cuma belajar teori tapi prakteknya nihil. Untuk apa bangun jam 05.20 pagi dikekang hampir tujuh jam. Pulang sekolah masih harus terbebani urusan ini itu yang tentunya masih berhubungan dengan tugas dan ulangan sampai larut malam. Katanya sih supaya bisa meraih cita-cita. Katanya. Tapi cita-cita saya itu dunia nyata kok, bukan dunia buku, bukan dunia tulisan, bukan sekadar teori. Cita-cita saya itu dunia nyata, gak butuh afalan, cuma butuh praktek aja. Makanya saya capek begini terus. Saya mau cepet-cepet terjun ke lapangan dan punya peranan langsung di sana.

Sunday, April 18, 2010

You're Gonna Live Forever


Impressive live action from a Gallagher.

"I personally came to the River Plate Stadium is in 1989 when I was a golden... I'm playing here tonight after all these years. It's twenty years ago when I first came here"

When you almost cried, we all know how much you love the band and how difficult to leave, how much you're gonna miss playing with them.
Hardly saying it, but words are not needed. Your voice and gestures expressed it thoroughly.
No one will forget you. Live forever in their heart and also mine. You are legend (Y)

Tuesday, April 6, 2010

Obsessed


Suatu saat dia terbangun di hamparan padang rumput hijau yang luas
Tepat saat mata terbuka, tampak kastil tua yang kokoh
Sebagian terhalang oleh semak-semak dan pohon
Ada kicauan sekelompok kecil burung yang sedang beterbangan
Sungai meliuk-liuk di sekeliling kastil
Berenang angsa-angsa cantik di tengah danau mungil
Dan untuk membuat mimpinya semakin sempurna,
Gaun cokelat muda yang nampak tebal dan berat melapisi setiap sentimeter tubuhnya
Dengan rumbai pada kedua ujung lengannya
Dengan rok yang melebar dan panjangnya sampai menyapu tanah
Dan tali-tali yang megeratkan gaunnya hingga ia tampak kesulitan bernapas
Sungguh menyenangkan menjadi seorang tuan putri

Hanya dalam mimpi, segalanya tanpa cacat

Monday, March 29, 2010

Dan Imajinasi Itu Mulai Luntur


Maaf,
Mungkin memang salah saya terlalu banyak berharap
Salah saya mengembangkan imaji
Salah saya percaya pada mimpi

Tadinya saya kira tidak ada salahnya menunggu keajaiban datang.

Tapi ternyata itu cuma buang-buang waktu.


You are not worth the wait, but it's not your fault though.
Anyway I hate having this as my 100th post.

Wednesday, March 24, 2010

It's Not and Never Been Real




This is awesome! I've been craving for this kind of path to take a photograph. Is there any place like this in Jakarta?

This is why I love New York, accidentally, while watching Gossip Girl. Central Park is such a huge yet so beautiful playground. Mmm, can't find it in here. They are more interested in building a shopping center. Perhaps a small green lawn will do fine. I need to travel to somewhere. I'm bored of this life already.
I want to be a New Yorker! If to be a Londoner is that impossible.

Friday, March 19, 2010

Kalkulator

Hari Selasa minggu lalu gue les fisika. Karena di sekolah juga lagi ngebahas suhu dan kalor, jadi gue juga belajar suhu dan kalor. Berhubung angkanya jelek dan gue gak pernah bisa ngitung kalo angkanya mulai ribuan atau koma-komaan, gue pinjem kalkulator si guru fisika. Kalkulatornya ada bekas dicoret-coret pake stabilo pink-pink gitu lah intinya. Abis gue pake, gue gak langsung balikin ke guru gue tapi, taro dulu di meja kali-kali aja akan dipake lagi.

Tiba-tiba guru mat gue masuk, ngambil map absensi, terus keluar lagi. Waktu ketemu angka jelek lagi, gue berniat pake kalkulator aja biar cepet, eh ternyata kalkulator pinky itu raib. Ilang. Gak ada di tempat gue taro terakhir kali. Padahal gua taro itu tepat di depan gue. Mulai horor. Karena gue kira mungkin aja si guru mat minjem kalkulator gak bilang-bilang, maka gue berinisiatif minjem kalkulator si guru mat, kali-kali aja dia ngasih kalkulator yg dia pinjem. Ternyata minjemin kalkulatornya sendiri. Makin horor. Fyi, satu ruangan itu cuma ada gue dan guru fisika gue itu. Udah grasak-grusuk nyariin kalkulator sampe pojokan ruangan, dalem tas juga gak ada. Masa kalkulator segede gitu ilang?

Mulai panik. Parah. Itu pertama kalinya gue ngalamin kejadian mistis. Tiba-tiba keinget cerita Bella lagi gunting-gunting huruf di majalah terus meleng dikit dan huruf J nya ilang. Tapi mending itu huru bisa digunting lagi, ini kalkulator man! ..... Udah seminggu ilang masih belom ketemu juga. Gue dan si guru fisika juga udah pasrah aja. Berarti itu pengalaman pertama gue dengan hal mistis. (Gue udah merinding gak berani lama-lama disitu jadi langsung cabut).

Kemaren gua ketemu si guru mat dan dia nanya, "Kamu ketinggalan kalkulator gak?" terus gue bilang enggak dan mungkin aja itu punya guru fisika gue. Terus gue ceritakan secara lengkap insiden Selasa minggu lalu. Dan dia cuma jawab santai, "Loh, itu kan aku yang ambil, aku kira kalkulator punyaku jadi aku ambil deh. Tapi ternyata bukan." -_____- dan ternyata dia emang punya kalkulator banyak jadi waktu itu gue dipinjemin salah satunya.

Hikmah yang bisa kita ambil: punya kalkulator satu aja, gausah banyak-banyak.